Menilik Perkembangan Internet Nirkabel Di Indonesia

October 2, 2007 at 7:59 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sejak adanya Internet di Indonesia tahun 1994, semua pemakai Internet mengalami kesulitan untuk menggunakan jaringan yang disediakan oleh PT Telkom Indonesia. Kondisi ini kemudian memicu kehadiran gerakan untuk sosialisasi teknologi nirkabel yang konsisten.

Menurut kamus Wikipedia, wireless atau dalam bahasa Indonesia disebut nirkabel adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.

Kelebihan teknologi ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel, yang bisa cukup menganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari dua piranti bersamaan. Di Wikipedia dicontohkan, untuk menghubungkan sebuah komputer server dengan 100 komputer client, dibutuhkan minimal 100 buah kabel, dengan panjang bervariasi sesuai jarak komputer klien dari server. Jika kabel-kabel ini tidak melalui jalur khusus yang ditutupi (seperti cable tray atau conduit), hal ini dapat mengganggu pemandangan mata atau interior suatu bangunan. Pemandangan tidak sedap ini tidak ditemui pada hubungan antar piranti berteknologi nirkabel. Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya. Continue Reading Menilik Perkembangan Internet Nirkabel Di Indonesia…

Advertisements

Indonesia Belum ”Bergigi” untuk Daya Saing TI

October 2, 2007 at 7:46 am | Posted in IT News | 1 Comment

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Economiest Intelligence Unit mengenai daya saing Teknologi Informasi (TI), Indonesia menempati urutan ke-14 di Asia Pasifik dan urutan ke-57 di tingkat global (seluruh dunia).

Studi bertajuk The means to compete: Benchmarking IT industry competitiveness ini merupakan upaya untuk membandingkan kinerja negara-negara di dunia dalam membangun sebuah lingkungan yang mendukung daya saing TI.

Dengan skor indeks keseluruhan Indonesia yang mencapai 23,7 ini, Indonesia dinilai menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam lingkungan bisnis secara keseluruhan (51) dan dukungan untuk pengembangan TI (skor 48), dibandingkan dengan lingkungan hukum (36,6) dan litbang (39). Sementara itu, Indonesia dinilai paling lemah bila dibandingkan dengan semua negara dalam hal infrastruktur TI (64). Infrastruktur TI ini meliputi belanja hardware, software dan layanan TI, kepemilikan desktop dan laptop, koneksi broadband, dan server Internet yang aman. Sebagai perbandingan, untuk skala global mengenai infrastruktur TI ini, Vietnam berada di urutan 60 (skor 0,6), Filipina menempati urutan ke-55 (skor 2,2), Thailand di urutan ke-49 (skor 6,4), Malaysia berada di urutan ke-33 (skor 16,5), dan Singapura di urutan ke-12 (skor 58,8). Continue Reading Indonesia Belum ”Bergigi” untuk Daya Saing TI…

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.