PeNerBaNgaN GraTis 24 JaM

April 27, 2007 at 6:47 am | Posted in Serba-SerBi | Leave a comment

Dari e-Mail seorang teman, hadir sebuah kisah yang patut kita renungi bersama. Kita semua akan mendapatkan layanan gratis ini. Layanan yang siap menjemput setiap orang kapan saja. Mari ikuti bersama kisahnya.

Bila kita akan ‘berangkat” dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah negara. Informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau American Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines. Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.

Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih. Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.

Di mana passport kita bukan Indonesia, British, atau American, tetapi Al-Islam. Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’. Continue Reading PeNerBaNgaN GraTis 24 JaM…

Advertisements

NiKaH??? Kapan yA?

April 26, 2007 at 10:04 am | Posted in CuRHaT | 4 Comments

Hari ini, lagi-lagi aku menerima undangan pernikahan teman seprofesiku, teman sesama jurnalis IT. Wahhhhhhhhh…Once again aku terlewati….hiks. Sebenarnya, dah kebal juga si dibilangin…Wid, lo kapan nyusul? Walah, ketemu calon suami az baru, get closer aja baru…jadi, undangan??? ntar laaa…kita tunggu tanggal mainnya.

Sebenarnya si, aku ga perlu terlalu khawatir, secara umur teman-teman seprofesiku itu memang sudah beberapa tahun di atasku. Tapi, tetep aja, yang namanya keinginan menikah itu tetap menggebu-gebu di hatiku. Seakan tak sabar merasakan nikmat yang akan hadir ketika menikah….

Jadi inget saat aku menyaksikan langsung akad nikah sepupuku. Haru banget. Terasa banget saat-saat tegang saat ijab kabul terucap. Setelah itu, lega sudah. Suasana khidmat bercampur rasa senang pun terukir di raut wajah kedua mempelai. Continue Reading NiKaH??? Kapan yA?…

Sun Announces GLASSFISH V2

April 19, 2007 at 9:48 am | Posted in IT News | Leave a comment

Sun Microsystems, Inc. and the GlassFish community, announces the beta release of the GlassFish V2. This is the next major version of the open source Java EE 5 application server and the release of the Sun Web Developer Pack, a toolkit designed for simplifying and enabling advanced rich Internet applications for the Java platform.

These releases help enterprises build and deploy SOA, Web 2.0 applications, also services leveraging next generation web technologies such as Ajax, Scripting, and REST.

The GlassFish V2 Beta adds all the enterprise features from Sun’s Java System Application Server Enterprise Edition, such as clustering, administration, Web Services Interoperability Technology (WSIT), and load balancing to support highly scalable, volume enterprise deployments for SOA, and Web 2.0 applications. Continue Reading Sun Announces GLASSFISH V2…

Mengemis, Nasib atau Profesi?

April 19, 2007 at 9:34 am | Posted in True Story | 3 Comments

“Om…”
Hanya satu kata. Bersamaan dengan itu, tangan perempuan paruh baya pengucapnya menjulur ke jendela mobil. Matanya yang sudah mulai berkeriput menatap sayu, seolah telah sekian hari tak menyantap makanan.

Rambutnya yang tertutup topi dan kerudung lusuh terlihat acak-acakan. Saat kepingan uang ratusan diulurkan pengemudi mobil, senyum lirih terpancar. Kemudian, perempuan itu pun berjalan gontai ke arah mobil lain. Pengemudi mobil hanya bisa tersenyum.

Menengadahkan tangan mengharap belas kasih orang. Tak seorang pun sudi melakoninya. Tapi di tengah himpitan kesulitan ekonomi, pekerjaan yang dianggap hina pun bisa saja dilakukan. Tengoklah tempat-tempat keramaian di kota besar seperti Bandung.

Plaza Bandung Indah dan sekitar jalan tol merupakan tempat yang sering didiami oleh para pengemis untuk sekadar mengais rezeki. Mayoritas dari para pengemis itu adalah perempuan, orang tua, dan orang-orang yang cacat. Dengan pakaian lusuh dan muka lelah mereka menunggu kucuran uang receh yang akan dikeluarkan dari tangan dermawan.

Mata sayu, wajah memelas, jalan yang gontai, merupakan sebagian dari kiat para pengemis untuk menguras belas kasih orang lain. Puluhan kiat dipakai para pengemis dalam mengusik rasa iba orang agar mau meluncurkan keping-keping ratusannya. Continue Reading Mengemis, Nasib atau Profesi?…

Otih Munandar: ”Kami Tidak Mau Disebut Kampung Pengemis!!!”

April 19, 2007 at 9:20 am | Posted in True Story | 11 Comments

Berikut adalah kisah pengemis di Bandung, Jawa Barat. Tulisan ini merupakan hasil depth reporting-ku yang telah dimuat di Koran Republika (Jawa BArat pada Desember 2005). Semoga kisah ini bisa menyentuh hati kita semua.

Potret daerah Sukajadi yang dikenal sebagai daerah pengemis memang telah menggema sejak dulu, bahkan hingga ke luar negeri. Apa yang membuat daerah ini begitu tenar dengan embel-embel pengemisnya? Mungkinkah ada sindikasi pengemis di sana?

Saat ini, di kelurahan Sukabungah, Sukajadi, hidup sekitar 17 ribu orang yang terdaftar sebagai penduduk tetap. Namun, jumlah penduduknya meningkat menjadi 20 ribu orang karena ditambah dengan para pendatang yang sebagian besar adalah pengemis.

Di daerah seluas 49,9 hektar itu, terdapat 12 RW. Dari jumlah RW yang ada, terdapat tiga RW yang menjadi sarang pengemis, dan yang terbanyak adalah di RW 4.

Dulu, di RT 10 daerah tersebut, 85 persen penduduknya adalah pengemis. Mereka adalah pengemis murni. Para pengemis yang mencoba mengadu nasib ke Bandung itu berasal dari sebuah daerah, yaitu Brebes, Jawa Tengah. Sekarang, pengemis yang bermukim di gang Eme Atas dan Gang Asli, daerah Sukajadi ini, bukan lagi sebagai pengemis murni. Para pengemis yang ada saat ini memang masih berasal dari Brebes, tapi mereka sekarang lebih banyak menjadi pengemis musiman. Jumlah mereka semakin membengkak ketika bulan Ramadhan datang hingga hari raya Idul Fitri. Continue Reading Otih Munandar: ”Kami Tidak Mau Disebut Kampung Pengemis!!!”…

Optus Partners with Huawei

April 19, 2007 at 3:53 am | Posted in IT News | Leave a comment

Huawei Technologies Co., Ltd. provider telecommunications network solutions for operators has successfully completed Australia’s first 3G UMTS900 network trial in partnership with Optus. The trial was carried out by Optus in the central west region of NSW using Huawei’s UMTS900 transmitters.

UMTS900 is seen as frequency for sparsely populated areas, as a single UMTS900 base station provides a broader coverage than the 2100 frequency spectrum currently being operated by the majority of the world’s 3G carriers, therefore reducing the cost and length of time of rollout.

Henry Calvert, Director, Mobile Products at Optus said, within three months of agreeing to the trial, Huawei and Optus built and tested a UMTS900 network. He also said that Optus is reviewing the UMTS900 technology as part of its future mobile strategy and believes that deploying the 900Mhz frequency band in parallel with the existing mature GSM900 network could result in swifter delivery to market in existing footprint areas and a reduction in costs when expanding to new areas. Optus plans further technical trials of the UMTS900 network in the central west town of Dubbo over the coming months and is expected to make a decision on the technology later in 2007. Continue Reading Optus Partners with Huawei…

Peluang Usaha Telekomunikasi

April 19, 2007 at 3:41 am | Posted in IT News | 1 Comment

Pemerintah akan membuka peluang usaha untuk menyelenggarakan jaringan telekomunikasi. Peluang usaha ini berkaitan dengan jaringan tetap lokal, jaringan tetap sambungan langsung jarak jauh, jaringan tetap sambungan internasional, dan jaringan tetap tertutup berbasis kabel.

Pembukaan peluang usaha ini berkaitan dengan ditandatanganinya keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil pada tanggal 30 Maret 2007 No. 76 /KEP/M.KOMINFO/3/2007 tentang Peluang Usaha Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal, Jaringan Tetap Sambungan Langsung Jarak Jauh, Jaringan Tetap Sambungan Internasional dan Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Kabel. Keputusan Menteri ini muncul atas pertimbangan bahwa sarana transmisi (backbone) telekomunikasi internasional berbasis kabel dan sarana telekomunikasi domestik berbasis kabel masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan telekomunikasi di Indonesia. Continue Reading Peluang Usaha Telekomunikasi…

Segera, Penetapan Tarif Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi

April 19, 2007 at 3:34 am | Posted in IT News | Leave a comment

Ditjen Postel menyiapkan rancangan Peraturan tata cara penetapan tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi. Rancangan peraturan tersebut disusun sebagai implementasi kebijakan untuk mengatur tata cara penetapan tarif jasa telekomunikasi pada jaringan bergerak selular dengan mekanisme tarif atas dan tarif bawah.

Rancangan ini juga disusun berdasar ketentuan terkait bundling dan de-everage tarif. Menurut Gatot Dewa Broto, Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel dalam siaran persnya, dengan adanya batas atas dan batas bawah tersebut, para penyelenggara akan berkompetisi pada koridor tarif tersebut.

Mekanisme penarifan sebagai safe guard dari kompetisi dilakukan dengan menetapkan bahwa tarif penyelenggara dominan harus mendapat persetujuan BRTI. Hal ini dimaksudkan agar penyelenggara dominan tidak akan menerapkan predatory pricing dan cross subdsidy dalam penarifannya.

Peraturan Menteri Kominfo No. 12/PER/M.KOMINFO/2/2006 tentang tata cara penetapan tarif perubahan jasa teleponi dasar jaringan bergerak selular merupakan Peraturan transisi yang dibuat dalam rangka memenuhi pengaturan perhitungan tarif STBS.

Standar Operasi Penyelenggaraan Jasa Telepon SeLuLar

April 18, 2007 at 9:12 am | Posted in IT News | Leave a comment

Semakin meningkatnya persaingan antar penyelenggara telekomunikasi seluler pada beberapa tahun terakhir telah mendorong para penyelenggara telekomunikasi untuk tetap meningkatkan perhatian pada masalah kualitas pelayanan.

Komitmen untuk memberi pelayanan sesungguhnya sudah cukup lama dipegang dan diimplementasikan. Hal ini di antaranya mengenai izin penyelenggaraan (modern licensing) yang antara lain menyebutkan penyelenggara telekomunikasi wajib untuk menyediakan layanan standar tertentu, wajib memenuhi semua kewajiban terhadap pelanggan sesuai dengan kontrak berlangganan, wajib menyediakan informasi layanan kepada pelanggan selama 24 jam setiap hari, dan wajib memberikan ganti rugi kepada pelanggan jika memang terbukti dan sesuai dengan kontrak yang ada.

Menurut Gatot Dewa Broto, Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, sejauh ini Ditjen Postel telah melakukan pertemuan dengan para penyelenggara telekomunikasi seluler. Pada dasarnya para penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi yang tergabung dalam ATSI sangat mendukung rencana penyusunan standar wajib kinerja operasi layanan bergerak selular.

Sementara itu, penyedia layanan seluler diharuskan menjamin penyedia layanan lainnya yang berada di bawah kontrol penyedia layanan telekomunikasi seluler tersebut. Sementara itu, mengenai billing complain handling performance, persentase keluhan atas akurasi tagihan dalam satu bulan tidak boleh lebih dari 5% dari jumlah seluruh tagihan pada bulan tersebut. Selain itu, persentase penyelesaian keluhan atas akurasi tagihan tidak boleh kurang dari 90% dari total keluhan tersebut dan harus segera diselesaikan dalam waktu 30 hari kerja. Continue Reading Standar Operasi Penyelenggaraan Jasa Telepon SeLuLar…

Penyediaan Kewajiban Pelayanan TelekomuNikasi

April 18, 2007 at 9:08 am | Posted in IT News | Leave a comment

Menteri Kominfo, Sofyan A. Djalil telah menandatangani Peraturan tentang penyediaan kewajiban pelayanan universal telekomunikasi. Peraturan ini berlaku sejak ditandatanganinya peraturan tersebut. Rancangan peraturan ini telah memperoleh tanggapan dari 15 pihak.

Menurut Gatot Dewa Broto, Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, dalam peraturan tersebut setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi wajib dikenakan KPU telekomunikasi. KPU telekomunikasi tersebut dilakukan melalui KKPU dalam bentuk prosentase tertentu dari pendapatan kotor penyelenggara telekomunikasi setiap tahun. Lebih lanjut Gatot menjelaskan dalam siaran persnya, KKPU tersebut merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Ketentuan mengenai besaran penyetoran dan tata cara penarikan KKPU ini diatur dengan peraturan perundang-undangan tersendiri. Penyediaan KPU telekomunikasi ini nantinya berupa penyediaan akses dan layanan telekomunikasi di WPUT yang dibiayai dari KKPU yang dikelola oleh BTIP. Pembiayaan dari KKPU tersebut merupakan biaya sewa atas jasa penyediaan akses KPU telekomunikasi.

Penyediaan KPU telekomunikasi ini harus dapat memberikan layanan jasa teleponi dasar dan harus dapat dikembangkan ke tahap penyediaan layanan jasa multimedia dan layanan telekomunikasi berbasis informasi lainnya. Penyediaan KPU telekomunikasi tersebut merupakan penyediaan layanan telekomunikasi berbayar dan berbasis komunal. Continue Reading Penyediaan Kewajiban Pelayanan TelekomuNikasi…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.