Adopsi Telepon Internet Lambat di Industri Perhotelan Indonesia

August 25, 2006 at 11:31 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Para tamu melakukan perjalanan untuk keperluan bisnis maupun berlibur dan mereka bisa memperoleh manfaat dari akses nirkabel berkecepatan tinggi yang aman di dalam area hotel untuk mengakses berbagai layanan. Namun kapan itu akan terjadi?

Hotel-hotel di Indonesia dan kawasan Asia lainnya dinilai masih lambat dalam mengadopsi konvergensi jaringan. Jaringan terkonvergensi merupakan penggabungan jaringan suara dan data, salah satunya adalah telepon berbasis Internet (IP telephony).  
Semua hotel dari tingkat mana pun sebenarnya dapat menghadirkan fasilitas jaringan konvergensi dan mengalokasikan investasi yang tepat untuk itu. Menurut Convergence Chief Architect Nortel Asia Pasifik, Mick Regan, hotel dituntut untuk mampu mendapatkan keuntungan dari aplikasi dan tidak sekadar menggantinya ke teknologi baru, misalnya dengan investasi solusi teleponi protocol Internet atau dengan memberikan pengalaman lebih dari sekadar menyediakan pelayanan berkualitas kepada tamunya.
Adopsi jaringan terkonvergensi di
Asia memang masih sangat lambat bila dibandingkan dengan kawasan lainnya seperti di Amerika Serikat dan Karibia. ”Pertimbangan bukan pada masalah biaya,” ujar Mick. Saat ini, tren industri perhotelan mengarah pada tuntutan memperkuat brand, membangun layanan yang mandiri, memahami pelanggan hotelnya, dan peningkatan pendapatan personalisasi. Tak heran bila berdasarkan studi yang ada, diketahui bahwa tamu hotel kini menurut tingkatan kebutuhannya memperhatikan tempat santai, faktor lingkungan, masalah higienis, akses komunikasi dan konektivitas, baru kemudian hiburan dan perhatian.

Nortel pun saat ini menggencarkan hadirnya solusi komunikasi bergerak yang didesain untuk membantu hotel-hotel serta convention center untuk memperluas layanan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan meningkatkan keuntungan. Continue Reading Adopsi Telepon Internet Lambat di Industri Perhotelan Indonesia…

Advertisements

Skype Berbahaya!

August 25, 2006 at 9:09 am | Posted in IT News | 3 Comments

Dalam blog Dr. I. Doctor tentang (VOMIT: alat diagnosis yang membuat hacker bisa menjangkau VOIP) didiskusikan mengenai Voice over IP, yang menyatakan bahwa Skype merupaka salah satu VoIP public yang dapat mengenkripsi traffic. Ini merupakan feature yang bagus, sehingga dapat meningkatkan pengamanan bagi pengguna Skype. Akan tetapi, dari beberapa temuan dinyatakan bahwa Skype ternyata dapat masuk dalam berbagai jaringan administrator dan menghalangi mereka dari jaringannya sendiri.
Berdasarkan data dari eBay, Skype menjadi layanan VoIP yang popular, dengan lebih dari 60 juta pelanggan saat ini. Alasan utama populernya Skype akrena harga yagn rendah- hampir mendekati nol, jika terjadi telepon dari komputer ke komputer. Skype juga dilengkapi dengan layanan suara dan reliabilitas yang bagus. Walaupun Skype bisa didapatkan secara cuma-cuma dan dapat menembus jaringan terbuka, namun Skype menjadi hak milik protocol dan infrastruktur, fakta di mana penggunanya dapat diabaikan saat itu juga.
Mempelajari skema kepemilikan Skype yang mengeksploitasi bandwith pengguna untuk menempuh telepon dengan jalan lain yang sebenarnya tidak berhubungan. Walaupun pengguna tidak melakukan sarana telepon, Skype dapat menggunakan koneksi Internet pengguna untuk menelefon ke pengguna lainnya. Total bandwith yang dikonsumsi bisa terpengaruh, begitu juga dengan tampilan jaringan Internet perusahaan yang ada, walaupun layanan Skype tidak tersedia dalam jaringan pengguna. Continue Reading Skype Berbahaya!…

Merah Putih di Internet

August 25, 2006 at 5:40 am | Posted in IT News | Leave a comment

Masalah penggunaan Internet di Indonesia memang sangat kompleks. Bayangkan, sebagian besar pengetahuan tentang TI menggunakan bahasa Inggris. Hal ini menjadi tantangan bagi sumber daya TI di Indonesia.

Tren pertumbuhan jaringan Internet di Indonesia menuju ke arah positif, kendati perkembangannya belum begitu pesat seperti yang terjadi di negara-negara maju. Dengan jumlah penduduk yang saat ini mencapai lebih dari 200 juta jiwa, maka potensi pengguna Internet pun tidak dapat diabaikan begitu saja. 
 
Bahkan pada tahun 2009, pemerintah menargetkan setidaknya nilai belanja Teknologi Informasi (TI) mencapai US$ 4 miliar. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan 100% lebih dari target belanja TI 2006 yang hanya mencapai US$ 1,9 miliar.  Direktur Industri Telematika Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian, Ramon Bangun pernah menyatakan dalam konferensi pers bersama para penyelenggara CommunicAsia 2006 beberapa waktu lalu bahwa penetapan target belanja TI itu diperhitungkan dengan asumsi pertumbuhan antara 13-14 per tahun. Akan tetapi, karena faktor ekonomi yang tidak menguntungkan, pertumbuhan tersebut bisa merosot 16-17% dari tahun sebelumnya.  Sebagai perbandingan, India pada 2005 memiliki belanja TI hingga US$18 miliar. Nilai tersebut lebih difokuskan untuk memperkuat industri piranti lunak (software). Hal sebaliknya terjadi di Indonesia, di mana 70% belanja TI- nya masih difokuskan untuk belanja perangkat keras (hardware).  Jika dikaji lebih lanjut, saat ini memang industri telematika menjadi salah satu pilar industri di Indonesia. Oleh karena itu, pantaslah jika pemerintah menaruh harapan lebih untuk mengembangkan industri ini dalam perekonomian nasional.  Berkaitan dengan belanja TI di Indonesia yang sebagian masih berfokus pada hardware, berdasarkan data dari APCOMINDO, target penjualan komputer adalah 1,3 juta unit (sama dengan tahun kemarin atau menurun dari target yang diharapkan sebesar 1,5 juta). Tak heran bila di tataran pasar retail, penjualan komputer menurun hingga 20 persen. Hal ini sejalan dengan data IDC yang menyatakan, 73% pasar UKM Indonesia belum memanfaatkan komputer.  Dengan demikian, wajar saja bila jumlah UKM yang terkoneksi dengan Internet masih tetap rendah. Hal ini cukup masuk akal karena investasi UKM untuk dana TI memang masih rendah. Apalagi, harga bandwith pun masih tergolong mahal.  Masalah penggunaan Internet di Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Bayangkan, sebagian besar pengetahuan tentang TI menggunakan bahasa Inggris. Hal ini menjadi tantangan bagi sumber daya TI di Indonesia. Jadi, karena UKM merupakan pasar potensial, tak heran bila kemudian saat ini banyak berdiri perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang TI.  

Satu hal yang menarik dari fenomena perkembangan Internet di Indonesia yaitu hampir 90% pemakai Internet di Indonesia ternyata terhubung melalui koneksi dial-up. Memang secara kasat mata, jumlah uang yang dikeluarkan pemakai Internet dengan koneksi dial up untuk membayar pulsa telepon terlihat lebih murah jika dibandingkan paket koneksi kontinu berkualitas broadband sekali pun. Akan tetapi sebetulnya 90% pemakai Internet di Indonesia itu masih menikmati layanan berharga mahal. Continue Reading Merah Putih di Internet…

Tonton TV di Mana Saja dengan Unicast Streaming

August 25, 2006 at 4:59 am | Posted in IT News | 3 Comments

Perkembangan yang sangat cepat dari teknologi 3G seperti HSDPA yang telah diperkenalkan oleh hampir semua operator dilengkapi dengan tayangan mutakhir video dan audio codecs pada 3GPP dan memungkinkan peningkatan yang radikal pada kinerja dan biaya layanan berbasis 3G unicast.
Operator di seluruh dunia telah memperkenalkan mobile TV dengan menggunakan teknologi unicast streaming di atas jaringan 2,5G dan 3G. Pada saat yang sama, minat konsumen terhadap mobile TV terus meningkat dan para penyedia konten sedang mengadaptasi konten dan interaktivitas yang dibuat secara khusus untuk perangkat ini.
Mobile TV merupakan layanan yang dapat memberikan pengalaman menonton tv sebenarnya dengan gabungan dari konten yang dipesan maupun yang langsung melalui portal atau saluran pilihan langsung di telepon genggam.
Pada akhir 2005, lebih dari 40 operator telah meluncurkan mobile TV secara komersial melalui jaringan seluler. Dengan adanya mobile TV, berarti terdapat pasar yang substansial untuk mobile TV. Akan tetapi kuncinya adalah konten yang meyakinkan. Penelitian menunjukkan, konsumen bersedia membayar 10 hingga 15 Euro per bulan untuk layanan mobile TV multi channel dengan penggunaan tak terbatas.
Mekanisme penggunaan yang mudah serta perpindahan saluran yang cepat menjadi sangat penting karena waktu rata-rata menonton TV akan menjadi lebih pendek dibandingkan dengan TV tradisional. Survei yang dilakukan Ericsson Consumer and Enterprise Lab kepada lebih dari 14.000 partisipan mengindikasikan bahwa tayangan reality tv seperti Big Brother dan acara-acara musik dan tayangan berita merupakan tayangan yang sangat digemari. Responden juga mengatakan mereka sangat tertarik untuk mempunyai empat atau
lima saluran yang dirancang secara pribadi di telepon mereka dan menginginkan adanya kerja sama antara penyedia konten dan operator.
Studi tersebut juga mengungkapkan, ketertarikan konsumen pada mobile TV sesuai dengan situasi atau konten. Artinya mobile TV adalah pilihan yang menarik untuk mengisi waktu luang atau pun untuk kepentingan tertentu. Alasannya antara lain karena keinginan untuk melihat tayangan televisi biasa yang belum sempat mereka lihat atau untuk melihat konten tertentu, maupun melihat siaran langsung. Penelitian tersebut juga menyebutkan, konsumen tertarik pada konten interaktif dari mobile TV yang menurut mereka menjadi salah satu unsur yang dapat dinikmati.
Pada dasarnya, mobile TV interaktif merupakan suatu aplikasi yang memungkinkan pemirsa untuk berinteraksi dengan sebuah tayangan yang sedang mereka lihat di perangkat bergerak dengan cara yang berbeda. Selain itu, mobile TV memberikan pengalaman melihat TV yang lebih semarak dengan bantuan saluran bergerak.
Pemirsa dapat berinteraksi dengan tayangan di mobile TV dengan cara voting atau greeting hanya dengan menekan tombol response. Pemirsa mobile TV juga dapat mengakses layanan tambahan seperti berbelanja melalui mobile TV. Selain menonton tv dan berinteraksi dengan mobile TV secara bersamaan, solusi terbaru ini juga dapat digunakan sebagai remote control interaktif ketika menonton tv di rumah.   Untuk para operator, interaktivitas berarti peningkatan terhadap lalu lintas dan pendapatan data. Mereka juga dapat memosisikan diri sebagai penyedia layanan interaktif di industri pertelevisian. Biaya konten, biaya tambahan iklan, dan layanan interaktif yang sudah terbayar seperti dari layanan voting, greeting, dan belanja interaktif berarti penambahan pendapatan untuk semua pemain di lingkup usaha ini.  Rata-rata penggunaan mobile TV telah menjadi dua kali lipat dari penggunaan televisi biasa. Hasil ini membuktikan bahwa cara baru menggunakan mobile TV merupakan satu pilihan yang menarik bagi para pengguna ponsel, operator, dan sektor penyiaran.   Continue Reading Tonton TV di Mana Saja dengan Unicast Streaming…

Hanya Sekedar Curhat

August 4, 2006 at 9:07 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

masa-masa itu sudah lewat. tepatnya, kini aku merasakan betapa aku merindukan masa-masa kuliahku. masa di mana harus bangun pagi untuk kuliah pagi. masa di mana aku pernah merasakan bagaimana rasanya jauh dari orang tua dan kadang kala harus irit duit..hehe….namanya juga anak kos.
aku juga merindukan masa di mana aku dan teman-temanku harus kumpul-kumpul di koridor kampus hanya untuk membahas materi kuliah atau sekadar melepaskan kepenatan setelah kuliah selesai. aku merindukan masa-masa di mana aku nonton konser gretongan dengan teman-teman kampus.
aku merindukan masa di mana susah senang ditanggung bersama, dan betapa solidaritas itu sangat berarti atas nama persahabatan.
aku juga merindukan masa-masa dikejar deadline tugas kuliah.
aku pun merindukan masa-masa harus fotocopy setumpuk bahan kuliah.
aku pun merindukan masa-masa di mana harus begadang dan merasakan lelahnya masa-masa mid test dan final test. namun, senyuman pun bertebaran tatkala nilai A dan B terpampang di papan pengumuman beberapa minggu setelah final test berakhir.
kerinduan akan job training di media cetak dan media elektronik pun sempat menghampiriku.
aku pun merindukan saat-saat mengerjakan skripsi, mengejar narasumber, merasakan indahnya sepanjang waktu di depan komputer di kamar kosku sambil mengerjakan skripsi yang dikejar deadline. demi sebuah sidang komprehensif dan sidang skripsi tentunya.

namun, kini semuanya sudah berakhir.
masa-masa kuliahku telah lewat hampir setahun yang lalu.
yang ada sekarang hanya rutinitas untuk mengejar tulisan.
menjadi jurnalis. itulah aktivitasku saat ini
dan kini, aku merindukan masa-masa kuliahku yang begitu indah di kota kembang.
dan sekarang, hidupku sebagian besar untuk bekerja..bekerja..dan bekerja
sebuah pekerjaan yang kunikmati dan kusyukuri.
hanya kini…aku masih ingin membayangkan nikmatnya kebersamaan bersama teman-teman ku….
i miss u all my prends

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.