Back to Reality

June 4, 2008 at 7:58 am | In Uncategorized | 1 Comment

Hmmmm…setelah surat resign itu aku tulis, rasanya ada kelegaan. Entahlah, seakan ada beban yang terlepas, tanggung jawab yang sudah ditunaikan, dan sebuah angin segar…. Akhirnya, setelah lama menimbang dan menunggu untuk memutuskan, saat itu datang juga…. Alhamdulillah

First, i got a feedback from my bosss..He said that my resignation letter not accepted. Because he is in Singapore now, so, he wants to talk to me tomorrow. Is it like a bargaining??? I don’t think so. Because, currently i already made fix decision. The time is coming. Continue reading Back to Reality…

PT Indosat Gears up for New Year SMS Traffic

January 4, 2008 at 5:23 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Friday, 28 December 2007

PT Indosat is all prepared to not only welcome the New Year but also the highest spike in SMS network capacity. The second largest mobile operator in Indonesia is expecting an increase of network capacity up to 250 million text messages per day, twice as many than on a regular day.

Adita Irawati, Division Head Public Relation PT Indosat said that SMS traffic will increase by20 percent until the New Year. On a regular day, Indosat’s SMS traffic is around 140 million SMS’s per day. Continue reading PT Indosat Gears up for New Year SMS Traffic…

Menilik Perkembangan Internet Nirkabel Di Indonesia

October 2, 2007 at 7:59 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Sejak adanya Internet di Indonesia tahun 1994, semua pemakai Internet mengalami kesulitan untuk menggunakan jaringan yang disediakan oleh PT Telkom Indonesia. Kondisi ini kemudian memicu kehadiran gerakan untuk sosialisasi teknologi nirkabel yang konsisten.

Menurut kamus Wikipedia, wireless atau dalam bahasa Indonesia disebut nirkabel adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.

Kelebihan teknologi ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel, yang bisa cukup menganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari dua piranti bersamaan. Di Wikipedia dicontohkan, untuk menghubungkan sebuah komputer server dengan 100 komputer client, dibutuhkan minimal 100 buah kabel, dengan panjang bervariasi sesuai jarak komputer klien dari server. Jika kabel-kabel ini tidak melalui jalur khusus yang ditutupi (seperti cable tray atau conduit), hal ini dapat mengganggu pemandangan mata atau interior suatu bangunan. Pemandangan tidak sedap ini tidak ditemui pada hubungan antar piranti berteknologi nirkabel. Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya. Continue reading Menilik Perkembangan Internet Nirkabel Di Indonesia…

BaHaya ALkoHoL

March 29, 2007 at 9:10 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Dari milis yang saya ikuti, terdapat sebuah cerita bagus. Ceritanya sebagai berikut. Seorang turis masuk ke dalam bar lokal untuk minum-minum. Di dalam bar tersebut, ia tertarik ketika melihat tulisan “BIR & WHISKY GRATIS” dan bertanya kepada bartender. “Oh itu..”, ujar bartender. “Untuk mendapatkannya anda harus berhasil melalui 3 test yang sampai saat ini tak seorang pun bisa melakukan ketiga-tiganya.”

Tesnya apa saja?”

Pertama, anda harus menghabiskan 1 galon air cabe mexico yang luar biasa pedasnya,” kata bartender sambil menunjuk ke tong yang ada di ujung meja bar. Kedua, di belakang bar ini ada seekor buaya dan anda harus bisa mencabut giginya yang sakit!. Ketiga, di lantai atas ada seorang wanita yang tak seorang pun pria di kota ini mampu membuatnya orgasme, jadi anda harus bisa melakukannya!!

“Wah, sulit sekali. Tak seorang pun bisa..”, sang turis pun mengurungkan niatnya dan akhirnya membeli beberapa botol whisky. Setelah beberapa botol habis diteguknya, akal sehatnya pun mulai berkurang, berkurang, dan berkurang sampai akhirnya ia berkata, “Bartender! Saya akan melakukannya!!”

Diambilnya air cabe mexico dan ditenggaknya sampai habis. Kemudian, dengan muka merah dan bercucuran air mata, ia pergi ke belakang bar. Segera terdengar suara raungan buaya yang semakin lama semakin keras dan akhirnya senyap. Pengunjung bar lainnya menunggu dengan cemas. Continue reading BaHaya ALkoHoL…

Top Ten Spooky Sites

March 29, 2007 at 2:38 am | In Uncategorized | 10 Comments

Inilah sepuluh tempat paling menyeramkan yang melegenda di Jakarta berdasarkan info yang beredar di milis-milis. Kita-kita boleh percaya, boleh nggak. Tapi, cerita horor ini bisa ditelaah kembali kebenarannya. Plis, Check this one out !!!

1. RUMAH PONDOK INDAH
Lokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-Sel.
Fenomena: Penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.
Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini?
Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum hilang tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi.
Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyak orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.
Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.

2. TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIK
Lokasi: Di belakang pasar burung Barito Jak-Sel.
Fenomena: Kuntilanak dan genderuwo.
Sejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olahraga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.
Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya. Continue reading Top Ten Spooky Sites…

Digital Shoplifting Merajalela

March 28, 2007 at 9:51 am | In Uncategorized | 1 Comment

Di Asia terjadi fenomena bernama “Digital Shoplifting.” Daripada membeli majalah atau buku, orang-orang lebih memilih menggunakan ponsel untuk memotret atau memfoto kedua media tersebut. Dari Jepang dan Korea Selatan, pencurian gambar menggunakan perangkat telepon kemudian merebak di China.

Fakta dilarangnya perekaman kejadian di layar bioskop kini menjadi masalah yang telah dikenal luas. Tak heran jika muncul rambu larangan atau bentuk trailer sebelum program diputar. Walaupun salinan hasil bajakan yang dihasilkan camcorder kualitasnya sangat menyedihkan, sepertinya ketertarikan peminat akan jenis salinan ini tidak dapat dibendung. Sementara jika dalam jaringan Internet secara langsung telah tersedia versi salinan Master-DVD masing-masing film dalam bentuk download ilegal, gambar hasil tayangan di bioskop masih tetap memikat untuk diabadikan dengan menggunakan kamera.

Tetapi selama pelarangan kamera di bioskop menjadi tema global, fenomena pemanfaatan jenis “pencurian toko cara digital” di Asia masih terbatas. Istilah ini terkait pengambilan foto halaman buku atau majalah dengan kamera ponsel. “Digital Shoplifting” muncul pertama kali di Jepang pada 2003. Selanjutnya di Korea Selatan tema tersebut mulai didiskusikan. Sejak tahun ini pencurian virtual menggunakan handycam mulai terjadi di China.

Menurut perwakilan asosiasi penerbit surat kabar Jepang, pencurian toko cara digital berkembang menjadi masalah serius sejak makin banyak ponsel difasilitasi dengan kamera. Dari tahun 2003 juga muncul berita “BBC” dengan tema yang sama. Selanjutnya makin banyak kalangan muda Jepang yang menghindari pembelian majalah. Jika mereka hanya tertarik dengan kolom mode suatu edisi, halaman tersebut langsung difoto dengan mengunakan ponsel tersebut. Halaman yang dipotret tersebut lantas dikirim ke teman lain melalui MMS.

Sebagai reaksinya, asosiasi penerbit majalah mulai melancarkan kampanye poster di seluruh negera tersebut. Dalam toko buku dan majalah di Jepang dipasang peringatan agar pengunjung menaati perilaku pembaca majalah yang baik. Selain itu, ditetapkan pengambilan gambar konten cetak menggunakan ponsel kamera adalah tindakan ilegal.

Setahun kemudian fenomena tersebut merambah Korea Selatan. Sejak saat itu terdapat plakat dengan tanda bahwa pemotret cover dan konten merusak hak cipta. Di Korea Selatan, pencurian toko cara digital secara umum populer bagi kalangan mahasiswa yang mencari ilustrasi murah untuk tugas kuliahnya.

Menurut agen pemberitaan Reuters, sampai saat ini pedagang surat kabar di kota masih memberikan toleransi jika pelanggan berjam-jam membolak-balik barang dagangannya. Kini koran Shanghai Daily mengutip manager “Shanghai Book City” menunjukkan pelanggaran hak cipta menggunakan ponsel kamera sebagai masalah serius. Dari perspektif Eropa muncul pernyataan luar biasa. China secara umum dianggap sebagai sarang pembajak, di mana bermunculan pemanfaatan sembrono terhadap kekayaan intelektual.

Melihat Peta Pasar Personal Computer di Indonesia

October 12, 2006 at 7:15 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Di Indonesia saat ini persentasi untuk Windows yang pre-installed di dalam komputer berkaitan dengan jumlah PC buatan perusahaan multinasional seperti Lenovo, HP, Dell, dll, sudah mencapai 50 persen. Sementara itu, untuk level lokal, perakit-perakit PC-PC dalam negeri hanya berada pada level 10-15 persen. Dengan demikian, masih ada gap antara perakit PC lokal dan multinasional. 

Menurut Vice President OEM Director PT. Microsoft Indonesia, Ari Kunwidodo, dalam tiga tahun ke depan, pihaknya mengharapkan setiap kali meng-engage dengan salah satu channel dan setiap kali 10 PC di-share kepada market, lima di antaranya pre-installed dengan operating system Microsoft, misalnya.
Mengenai pasar komputer pribadi untuk Asia Pasifik saat ini,  RRC  masih memimpin dengan hampir 23 juta unit dan disusul oleh Jepang dengan 15 juta unit. Dari pasar PC nasional, Indonesia pada tahun 2006 ini menyerap  hampir sekitar 1,3 juta unit (tumbuh 17,7% dari 1,07 juta pada 2005). Menurut data yang dikeluarkan oleh International Data Corporation (IDC), 33% pasar PC dikuasai oleh vendor multinasional dan 67%-nya dikuasai oleh perakit lokal. Dulu Jepang merupakan pasar besar untuk PC. Namun, saat ini RRC memegang predikat tersebut.
Menurut statistik, dibandingkan dengan Filipina dan Singapura, jumlah perakit lokal di Indonesia masih lebih besar. “Tapi dalam Windows pre installated, Indonesia masih kalah dari kedua negara tersebut terutama Singapura,” ujar Ari. Pasar komputer pribadi Singapura sendiri  80 hingga 90%  dikuasai oleh perusahaan multinasional. Continue reading Melihat Peta Pasar Personal Computer di Indonesia…

Mempercepat Perkembangan Open Source

October 12, 2006 at 7:03 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Minat di kalangan pengembang Indonesia, terutama dalam penggunaan teknologi open source bagi pengembangan aplikasi maupun content makin besar. Komunitas pengembang di Indonesia dinilai sangat hidup dan kreatif.

Menurut Bhra Eka Gunapriya, Presiden Direktur PT Sun Microsystems Indonesia, teknologi Java mendorong terciptanya milyaran piranti lunak di seluruh dunia. ” Java telah menjadi hal penting bagi terciptanya pengalaman digital yang lebih baik dan saling terkoneksi,” ujar Bhra.

Saat ini Java menghidupi segalanya mulai dari kartu identitas hingga telepon selular, printer, web cam, automobile telematics desktop, peralatan medis, server, mesin pesawat jet, pengendalian navigasi untuk NASA Mars Rover, dll. Semuanya yang terkoneksi dengan jaringan memperoleh manfaat dari teknologi Java saat ini.

Beberapa contoh penggunaan dan perkembangan teknologi Java yang pesat antara lain adanya lebih dari lima juta pengembang Java, lebih dari 180 penggunaan Java Carrier, 1 milyar telepon Java powered, lebih dari 1 milyar Java card, 750 milyar PC, 5 miliar setting box, dll.

Saat ini tercatat 1.052 anggota Java Community Process (JCP) dan lebih dari 300 Java Specification Request (JSR). Sementara itu, menurut Harry Kaligis, Business Development dan Marketing General Manager PT Sun Microsystems Indonesia, saat ini open source harusnya menjadi milestone positif, apalagi Indonesia memiliki aset di bidang programming.

Dalam satu tahun dibutuhkan minimal dua ribu orang yang memiliki sertifikasi Java. Indonesia sendiri dalam satu tahun hanya memiliki kurang dari 500 orang yang memiliki sertifikasi tersebut. Sun Microsysistem sendiri saat ini membina sekitar 10 Independent Software Vendor (ISV) dalam satu tahun.

Adopsi Telepon Internet Lambat di Industri Perhotelan Indonesia

August 25, 2006 at 11:31 pm | In Uncategorized | Leave a Comment

Para tamu melakukan perjalanan untuk keperluan bisnis maupun berlibur dan mereka bisa memperoleh manfaat dari akses nirkabel berkecepatan tinggi yang aman di dalam area hotel untuk mengakses berbagai layanan. Namun kapan itu akan terjadi?

Hotel-hotel di Indonesia dan kawasan Asia lainnya dinilai masih lambat dalam mengadopsi konvergensi jaringan. Jaringan terkonvergensi merupakan penggabungan jaringan suara dan data, salah satunya adalah telepon berbasis Internet (IP telephony).  
Semua hotel dari tingkat mana pun sebenarnya dapat menghadirkan fasilitas jaringan konvergensi dan mengalokasikan investasi yang tepat untuk itu. Menurut Convergence Chief Architect Nortel Asia Pasifik, Mick Regan, hotel dituntut untuk mampu mendapatkan keuntungan dari aplikasi dan tidak sekadar menggantinya ke teknologi baru, misalnya dengan investasi solusi teleponi protocol Internet atau dengan memberikan pengalaman lebih dari sekadar menyediakan pelayanan berkualitas kepada tamunya.
Adopsi jaringan terkonvergensi di
Asia memang masih sangat lambat bila dibandingkan dengan kawasan lainnya seperti di Amerika Serikat dan Karibia. ”Pertimbangan bukan pada masalah biaya,” ujar Mick. Saat ini, tren industri perhotelan mengarah pada tuntutan memperkuat brand, membangun layanan yang mandiri, memahami pelanggan hotelnya, dan peningkatan pendapatan personalisasi. Tak heran bila berdasarkan studi yang ada, diketahui bahwa tamu hotel kini menurut tingkatan kebutuhannya memperhatikan tempat santai, faktor lingkungan, masalah higienis, akses komunikasi dan konektivitas, baru kemudian hiburan dan perhatian.

Nortel pun saat ini menggencarkan hadirnya solusi komunikasi bergerak yang didesain untuk membantu hotel-hotel serta convention center untuk memperluas layanan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan meningkatkan keuntungan. Continue reading Adopsi Telepon Internet Lambat di Industri Perhotelan Indonesia…

Hanya Sekedar Curhat

August 4, 2006 at 9:07 am | In Uncategorized | Leave a Comment

masa-masa itu sudah lewat. tepatnya, kini aku merasakan betapa aku merindukan masa-masa kuliahku. masa di mana harus bangun pagi untuk kuliah pagi. masa di mana aku pernah merasakan bagaimana rasanya jauh dari orang tua dan kadang kala harus irit duit..hehe….namanya juga anak kos.
aku juga merindukan masa di mana aku dan teman-temanku harus kumpul-kumpul di koridor kampus hanya untuk membahas materi kuliah atau sekadar melepaskan kepenatan setelah kuliah selesai. aku merindukan masa-masa di mana aku nonton konser gretongan dengan teman-teman kampus.
aku merindukan masa di mana susah senang ditanggung bersama, dan betapa solidaritas itu sangat berarti atas nama persahabatan.
aku juga merindukan masa-masa dikejar deadline tugas kuliah.
aku pun merindukan masa-masa harus fotocopy setumpuk bahan kuliah.
aku pun merindukan masa-masa di mana harus begadang dan merasakan lelahnya masa-masa mid test dan final test. namun, senyuman pun bertebaran tatkala nilai A dan B terpampang di papan pengumuman beberapa minggu setelah final test berakhir.
kerinduan akan job training di media cetak dan media elektronik pun sempat menghampiriku.
aku pun merindukan saat-saat mengerjakan skripsi, mengejar narasumber, merasakan indahnya sepanjang waktu di depan komputer di kamar kosku sambil mengerjakan skripsi yang dikejar deadline. demi sebuah sidang komprehensif dan sidang skripsi tentunya.

namun, kini semuanya sudah berakhir.
masa-masa kuliahku telah lewat hampir setahun yang lalu.
yang ada sekarang hanya rutinitas untuk mengejar tulisan.
menjadi jurnalis. itulah aktivitasku saat ini
dan kini, aku merindukan masa-masa kuliahku yang begitu indah di kota kembang.
dan sekarang, hidupku sebagian besar untuk bekerja..bekerja..dan bekerja
sebuah pekerjaan yang kunikmati dan kusyukuri.
hanya kini…aku masih ingin membayangkan nikmatnya kebersamaan bersama teman-teman ku….
i miss u all my prends

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.