SungguH Aku Kecewa

October 23, 2007 at 12:40 pm | In CuRHaT | 10 Comments

Aku tak pernah menyangka semuanya akan menjadi runyam seperti ini. Orang-orang yang kuharap dapat membantuku untuk resepsi pernikahanku, semuanya sibuk. Orang yang kusayangi dan kuharapkan dapat membelaku dan mendukungku, ternyata jauh dari yang kuharapkan.

Hanya orang tuaku yang paham diriku. Sungguh aku bersyukur untuk hal ini. Akan tetapi, mengapa orang-orang meninggalkanku ketika aku butuh mereka? Tidak tahukah mereka semua bahwa akulah orang yang sangat menderita dalam memikirkan untuk mengakomodasi semua kepentingan mereka? Mengapa mas ku sebagai orang yang kusayangi jarang sekali mengerti diriku? Sungguh aku kecewa. Dia selalu memintaku untuk mengerti ketika ia capek, banyak kerjaan, harus menyelesaikan ini-itu…Aku harus mengerti. Dan di tengah kesibukan dan kepenatanku pun aku berusaha untuk mengerti dia. Aku ikhlas mengerti dirinya. Tapi, mengapa ia bersikap sebaliknya padaku? Inikah yang dinamakan ikhlas?

Kadang aku merasa tidak adil untuk semua ini. Tapi apa dayaku? Aku hanya seorang hamba Allah. Di tengah ketegaranku, aku rapuh. Dan sayang sekali tidak ada yang mencoba mengerti diriku.

Kadang aku merasa, apa lagi cobaan yang akan aku hadapi? Mengapa semua orang bersikap tidak peduli padaku? Dalam kesendirianku ini, aku bisa melihat siapa sebenarnya yang sangat menyayangiku. Sungguh aku kecewa. Dengan keadaan ini, dengan tidak mengertinya dia, aku bingung apa lagi yang harus kukatakan. Entah apa lagi yang harus aku kecewakan.

Namun, dalam kekecewaanku, aku bersyukur. Air mataku masih bisa mengalir. Aku masih diizinkan menangis. Hatiku masih mampu “teriris” untuk mengangkat kedua tangan mungilku ini dan memanjatkan doa pada Rabb-ku yang akan selalu setia mendengarkanku. Biarlah mereka semua membuatku menangis. Dan semakin orang-orang tidak mengerti aku, semakin aku mengerti bahwa aku harus lebih memahami orang lain.

Menilik Perkembangan Internet Nirkabel Di Indonesia

October 2, 2007 at 7:59 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Sejak adanya Internet di Indonesia tahun 1994, semua pemakai Internet mengalami kesulitan untuk menggunakan jaringan yang disediakan oleh PT Telkom Indonesia. Kondisi ini kemudian memicu kehadiran gerakan untuk sosialisasi teknologi nirkabel yang konsisten.

Menurut kamus Wikipedia, wireless atau dalam bahasa Indonesia disebut nirkabel adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.

Kelebihan teknologi ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel, yang bisa cukup menganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari dua piranti bersamaan. Di Wikipedia dicontohkan, untuk menghubungkan sebuah komputer server dengan 100 komputer client, dibutuhkan minimal 100 buah kabel, dengan panjang bervariasi sesuai jarak komputer klien dari server. Jika kabel-kabel ini tidak melalui jalur khusus yang ditutupi (seperti cable tray atau conduit), hal ini dapat mengganggu pemandangan mata atau interior suatu bangunan. Pemandangan tidak sedap ini tidak ditemui pada hubungan antar piranti berteknologi nirkabel. Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya. Continue reading Menilik Perkembangan Internet Nirkabel Di Indonesia…

Indonesia Belum ”Bergigi” untuk Daya Saing TI

October 2, 2007 at 7:46 am | In IT News | 1 Comment

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Economiest Intelligence Unit mengenai daya saing Teknologi Informasi (TI), Indonesia menempati urutan ke-14 di Asia Pasifik dan urutan ke-57 di tingkat global (seluruh dunia).

Studi bertajuk The means to compete: Benchmarking IT industry competitiveness ini merupakan upaya untuk membandingkan kinerja negara-negara di dunia dalam membangun sebuah lingkungan yang mendukung daya saing TI.

Dengan skor indeks keseluruhan Indonesia yang mencapai 23,7 ini, Indonesia dinilai menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam lingkungan bisnis secara keseluruhan (51) dan dukungan untuk pengembangan TI (skor 48), dibandingkan dengan lingkungan hukum (36,6) dan litbang (39). Sementara itu, Indonesia dinilai paling lemah bila dibandingkan dengan semua negara dalam hal infrastruktur TI (64). Infrastruktur TI ini meliputi belanja hardware, software dan layanan TI, kepemilikan desktop dan laptop, koneksi broadband, dan server Internet yang aman. Sebagai perbandingan, untuk skala global mengenai infrastruktur TI ini, Vietnam berada di urutan 60 (skor 0,6), Filipina menempati urutan ke-55 (skor 2,2), Thailand di urutan ke-49 (skor 6,4), Malaysia berada di urutan ke-33 (skor 16,5), dan Singapura di urutan ke-12 (skor 58,8). Continue reading Indonesia Belum ”Bergigi” untuk Daya Saing TI…

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.